Kamis, 30 Mei 2013

Geografi Kehidupan



B. GEOGRAFI KEHIDUPAN
1. PENYEBARAN MAKHLUK HIDUP
Makhluk hidup dapat dijumpai di berbagai lingkungan. Pada lingkungan terdapat faktor abiotik yang mempengaruhinya, seperti topografi, geologi, dan iklim. Penyebaran makhluk hidup pada kondisi lingkungan abiotik yang berbeda memberi kemungkinan adanya keanekaragaman hayati. Hewan dan tumbuhan yang hidup di darat berbeda dengan yang hidup di perairan. Perbedaan itu misalnya pada warna, bentuk dan ukuran. Perbedaan tersebutlah yang menimbulkan keanekaragaman. Selain faktor lingkungan, keanekaragaman dapat disebabkan oleg faktor gen.
2. PEMBAGIAN WILAYAH BERDASARKAN IKLIM
Serba Sejarah - Iklim adalah rata - rata dari pergantian atau keadaan Cuaca dalam wilayah yang luas dan jangka waktu yang lama (perhitungan jangka waktu ± 30 tahun). Terjadinya iklim yang bermacam-macam di muka bumi, disebabkan oleh rotasi dan revolusi bumi berdasar letak lintang dan ketinggian suatu tempat (Keadaan ini menyebabkan suhu udara di wilayah lintang rendah atau wilayah khatulistiwa lebih panas dibanding wilayah lintang tinggi atau wilayah kutub). 

Iklim matahari   
Klasifikasi iklim matahari, didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Tempat-tempat yang lintangnya tinggi lebih sedikit daripada tempat-tempat yang lintangnya rendah. Berdasarkan iklim matahari, bumi dibagi menjadi empat daerah iklim, yaitu sebagai berikut: 
Daerah iklim tropis      (panas) : 0° – 23,5° Lintang Utara (LU) / Lintang Selatan (LS)  
Daerah iklim sub tropis :      23,5° – 40° LU/LS  
Daerah iklim sedang : 40°      – 66,5° LU/LS  
Daerah iklim dingin :      66,5° – 90° LU/LS   
Iklim Koppen   
Pengelompokan iklim Koppen berdasarkan indikator vegetasi. Artinya, vegetasi merupakan tanda atau indikator dari kondisi iklimnya. Koppen membagi iklim dunia menjadi iklim A, B, C, D, dan E. 
  
Iklim Tipe A (Iklim Tropis)  
 Iklim hujan tropis dengan suhu udara pada bulan - bulan terdinginnya mencapai lebih dari 18° C (64,4° Fahrenheit). Indikator vegetasinya adalah adanya tumbuhan yang peka terhadap suhu tinggi (megatherma) seperti berbagai jenis palma (kelapa, nipah dan lain-lain). Subregion dari iklim A adalah iklim Af, Aw, Am, Aw', Aw", As. Ketiga iklim pertama yaitu Af, Am, dan Aw lebih sering muncul, sehingga dalam pembahasan diarahkan pada ketiga subregion iklim tersebut.     Iklim Af    tipe iklim tropik basah (Tropical wet climate) dengan endapan hujan pada bulan - bulan terkering sekurang-kurangnya 60 milimeter (2,4 inchi). Tipe iklim Aw tipe iklim basah tropik (tropical wet and dry climate). Ciri tipe iklim ini adalah memiliki curah hujan di bawah 60 milimeter sekurang-kurangnya satu bulan. Tipe iklim Am tipe iklim basah tropis dengan musim kering yang singkat (tropical wet with short dry climate). Ciri tipe iklim ini adalah memiliki kesamaan dengan Af dalam jumlah endapan hujannya tetapi penyebaran musimnya menyerupai Aw. Endapan hujan pada tipe iklim Am di bawah 60 mm dalam bulan - bulan terkering. 

Iklim Tipe B (Iklim Kering)
Ciri Iklim tipe B adalah penguapan tinggi dengan curah hujan rendah (rata-rata 25,5 mm/tahun) sehingga sepanjang tahun penguapan lebih besar daripada curah hujan. Tidak terdapat surplus air. Di wilayah beriklim tipe B tidak terdapat sungai yang permanen. Wilayah beriklim tipe B dibedakan menjadi,     
Tipe Iklim Bs (iklim stepa)   
Tipe Iklim Bw (iklim gurun)    

Iklim Tipe C (Iklim Sedang Hangat)   Iklim tipe C mengalami empat musim, yaitu musim dingin, semi, gugur, dan panas. Suhu udara rata-rata bulan terdingin adalah (–3)°C – (–8)°C. Terdapat paling sedikit satu bulan yang bersuhu udara rata-rata 10° C. Iklim tipe C dibedakan menjadi tiga,     Tipe Iklikm Cw    Iklim sedang basah (humid mesothermal) dengan musim dingin yang kering.     Tipe Iklim Cs    Iklim sedang basah dengan musim panas yang kering.     Tipe Iklim Cf    Iklim sedang basah dengan hujan dalam semua bulan.  

Iklim Tipe D (Iklim Salju Dingin)  
Iklim tipe D merupakan iklim hutan salju dengan suhu udara rata-rata bulan terdingin < –3° C dan suhu udara rata-rata bulan terpanas > 10° C. Iklim tipe D dibedakan menjadi dua:     Tipe Iklim Df    Iklim hutan salju dingin dengan semua bulan lembab. Tipe Iklim Dw    Iklim hutan salju dingin dengan musim dingin yang kering.      
Iklim Tipe E (Iklim Kutub)
Wilayah beriklim tipe E mempunyai ciri tidak mengenal musim panas, terdapat salju abadi dan padang lumut. Suhu udara tidak pernah melebihi 10° C. Wilayah beriklim tipe E dibedakan atas,
  1. Tipe Iklim Et (iklim tundra)
  2. Tipe Iklim Ef (iklim kutub dengan salju abadi).
Iklim tipe E terdapat di daerah Arktik dan Antartika.
3.      PEMBAGIAN WILAYAH UNTUK PEMYEBARAN FLORA DAN FAUNA
Karakteristik flora di Indonesia Bagian Timur dan Flora di Indonesia Bagian Barat juga memiliki perbedaan. Berikut ini adalah perbedaan karakteristik flora di Indonesia bagian Barat daN indonesia bagian timur.
# Flora di Indonesia bagian Barat :
  • banyak terdapat jenis meranti-merantian
  • terdapat berbagai jenis rotan
  • tidak memiliki gutan kayu putih
  • memiliki jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) yangsedikit
  • memiliki jenis tumbuhan sagu yang sedikit
  • memiliki berbagai jenis nangka

# Flora di Indonesia bagian Timur :
  • memiliki jenis meranti-merantian yang sedikit
  • tidak memiliki rotan
  • terdapat hutan kayu putih
  • memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya di Papua)
  • memiliki banyak tumbuhan sagu
  • tidak terdapat jenis nangka.
 Berdasarkan tinjauan zoologi, Indonesia mempunyai perbedaan jenis fauna antara bagian barat, tengah, dan timur. Wallace membagi fauna di Indonesia menjadi 3 type, yaitu :

1. Fauna tipe Asiatis (Asiatic)
fauna tipe asiatis ini meliputi fauna yang berada wilayah Sumatera, kalimantan, Jawa, dan Bali. Di wilayah ini terdapat banyak jenis fauna yang menyusui dan berukuran besar. terdapat banyak jenis kera dan ikan air tawar serta tidak banyak memiliki jenis burung berwarna.
jenis fauna yang banyak ditemukan di wilayah ini antara lain : orang utan, monyet proboscis, badak, harimau, rusa, burung heron, dan burung merak

2. Fauna tipe Peralihan (Austral Asiatic)
meliputi fauna yang berada di wilayah Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara bagian Tengah. Di wilayah ini banyak terdapat hewan endemis.
jenis fauna yang banyak ditemukan di wilayah ini antara lain babi, rusa, kuda, kuskus, anoa, dan komodo

3. Fauna tipe Australis (Australic)
meliputi fauna yang terdapat di kepulauan Aru dan wilayah Papua. Di wilayah ini banyak ditemukan binatang menyusui yang berukuran kecil dan binatang berkantung.
jenis Fauna yang banyak ditemui di wilayah ini antara lain kanguru, burung cendrawasih, kakatua, nuri, kasuari, dan walabi.

Minggu, 05 Mei 2013

awal mula kehidupan



AWAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI
Kehidupan di bumi diperkirakan sudah ada sejak 2.500 juta tahun yang lalu. Ahli geologi membagi awal zaman kehidupan di bumi dalam empat tahapan zaman berbeda yang memiliki ciri khasnya tersendiri, zaman berikut yaitu: zaman archaeikum, zaman palaeozoikum, zaman mesozoikum, dan zaman neozoikum atau kainozoikum.
a.      Zaman Archaeikum
Zaman ini dimulai ketika bumi masih dalam keadaan panas dan belum dingin. Menurut perhitungan geologis zaman ini berlaku pada 2.500 juta tahun yang lalu. Oleh karna panansnya yang luar biasa maka dapat diambil kesimpulan bahwa belum ada kehidupan di muka bumi ini, hanya saja terdapat bebatuan yang bermacam-macam ukuran, coba saja kamu bayangkan bagaimana manusia bisa bertahan di gurun pasir Taklamakan (Cina) yang suhunya lebih dari 60 derajat celcius. Bandingakan dengan suhu bumi pada zaman ini, yang panasnya di atas 6000 derajat celcius.

b.      Zaman Palaeozoikum
Zaman ini berlaku 500 – 300 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini suhu dimuka bumi sudah mulai menurun namun proses pembentukan permukaan bumi masih sangat labil. Ibarat tulang bayi yang baru saja lahir, dia dapat tergeser ke kanan atau ke kiri. Begitu pula halnya dengan bumi. Pada zaman ini tanda-tanda kehidupan di bumi sudah mulai tampak. Penghuni bumi pada waktu itu berupa makhluk yang kecil (mikroorganisme) dan bersel satu. Merekapun berevolusi menjadi reptil, ampibi, dan berbagai jenis ikan.

c.       Zaman Mesozoikum
Masa ini berlangsung sekitar 250 – 140 juta tahun yang lalu. Panas iklim dan suhu bumi masih seragam. Hutan-hutan luas mulai terbentuk dan menutupi permukaan bumi. Perkembangan yangmakhluk hidup yang berjalan diatasnya berjalan maju, artinya makhluk hidup bertambha besra dari segi fisik. Zaman ini ditandai dengan munculnya reptil-reptil besar yang kita kenal dengan nama dinosaurus. Selain dinosaurus, masa ini juga sudah mulai dihuni oleh primata, tumbuhan berbunga, burung, dan hewan menyusui (mamalia).


d.      Zaman Neozoikum atau Kainozaikum
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini keadaan fisik atau iklim bumi sudah mulai membaik dan stabil. Akibatnya, perkembangan kehidupan semakin menuju keragaman karena didukung oleh keadaan diatas tadi. Zaman ini juga sebagai penanda selamat datang kepada manusia dan selamat tinggal pada dinosaurus. Alasannya adalah sebagai berikut; zaman neozoikum terbagi menjadi dua zaman, yaitu tersier dan kuarter. Masing-masing zaman mempunyai ciri khas zama yang berbeda.
1.      Tersier, merupakan zaman yang terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pada masa ini, dinosaurus masih berkuasa di muka bumi. Demikian pula halnya dengan mamalia dan primata. Akan tetapi perkembangan hewan-hewan raksasa semakin lambat, sementara hewan primata dan mamalia berkembang pesat.
2.       Kuarter, merupakan zaman yang terjadi sekita 600.000 tahun yang lalu.
Zaman ini juga terbagi menjadi dua lagi berdasarkan proses mencairnya    es-es didaerah kutub. Kedua periode zaman tersebut adalah sebagai berikut.
a.       Pleistosen (diluvim) atau disebut juga the ice age. Pada masa ini, keadaan iklim di bumi tidak stabil, kadang suhunya naik dan kadang suhunya turun.
        Zaman kuarter menjadi sangat penting karena pada zaman inilah manusia purba mulai muncul. Adapun jenis manusia purba yang muncul pada zaman ini adalah Pithecanthropus.
b.      Holosen (alluvium). Zaman ini berlangsung sejak 20.000 – 10.000 tahun yang lalu. Pada masa ini, keadaan di bumi sudah stabil dan kehidupan di muka bumi pun terus berkembang. Adapun manusia purba yang hidup pada masa ini adalah Homo Sapiens.
Jadi, kehidupan makhluk hidup di muka bumi pada zaman sekarang, tidak luput dari peran sejarah kehidupan muka bumi pada berjuta-juta tahun yang lalu. Makhluk hidup yang ada sekarang ini merupakan hasil dari evolusi makhluk hidup zaman dahulu yang disebutkan diatas.


Jumat, 19 April 2013

IPTEK dan Kehidupan Sehari-hari



DAMPAK PERKEMBANGAN IPTEK TERHADAP KEHIDUPAN SEHARI-HARI

IPTEK adalah sebuah sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan seseorang  dibidang teknologi. Dengan kata lain, IPTEK merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan terbaru tentang teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi. IPTEK saat ini telah berkembangan sangat pesat, hal itu terlihat dari banyaknya bermunculan teknologi-teknologi canggih yang dapat membantu manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari
Perkembangan IPTEK mampu memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan IPTEK mampu menggeserkan tugas manusia sebagai pekerja, dengan teknologi yang canggih orang membuat mesin untuk memudahkan pekerjaan mereka. Di Negara-negara maju seperti jepang, tugas sehari-hari ibu rumah tangga dapat dikerjakan oleh robot. Hal ini membuktikan bahwa teknologi mampu menggantikan tugas sehari-hari.
Dengan bantuan teknologi yang sangat canggih tak sedikit orang yang menggunakan teknologi untuk berbelanja barang kebutuhan mereka. Banyak situs-situs jual beli yang mempermudah transaksi jual-beli. Misalnya sekarang ini banyak sekali toko-toko onlineshop yang ada pada jejaring social. Dengan adanya kemudahan ini orang tidak perlu untuk mendatangi pusat perbelanjaan untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan.
Teknologi yang canggih pun memudahkan para pelajar untuk mendapatkan informasi. Informasi yang kurang lengkap yang ada pada buku dan bisa kita cari dengan menggunakan internet yang ada. Internet juga memudahkan para pelajar untuk berkomunikasi dengan guru/dosen mereka, bahkan dapat mengirimkan tugas secara online.
Dengan adanya perkembangan yang pesat dalam dunia IPTEK seperti zaman sekarang, tidak memungkiri akan adanya dampak negative dan positif IPTEK dalam kehidupan sehari-hari. berikut adalah dampak positif dan negative dari adanya IPTEK.
Dampak negative dari adanya kemajuan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:.
·         IPTEK bisa merusak moral, dimana Internet menjadi media IPTEK yang dapat mempengaruhi moral seseorang. Misalnya, konten porno, kekerasan, game online, dan lain-lainnya.
·         IPTEK membuat orang semakin malas, IPTEK mempunyai tujuan mempermudah/memanjakan manusia. Jadi manusia kini semakin malas karena sudah ada teknologi yang dapat menggantikan dirinya bekerja.
·         IPTEK menimbulkan polusi. Perkembangan IPTEK memang semakin maju dan banyak dimanfaatkan. Namun disamping itu banyak sekali polusi pencemaran yang dihasilkan dari perkembangan IPTEK tersebut.
·         IPTEK menghilangkan nilai-nilai tradisional.
Dampak positif dari adanya kemajuan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:.
·         IPTEK mampu meringankan masalah yang dihadapi manusia.
·         IPTEK mengurangi pemakaian bahan - bahan alami yang semakin langka.
·         IPTEK membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat
·         IPTEK membawa manusia kearah lebih modern.
Pendapat saya, kita sebagai manusia yang berada pada zaman globalisasi terutama globalisasi pada IPTEK harus mengikuti perkembangan IPTEK agar tidak buta dengan teknologi atau yang biasa disebut “gaptek” (gagap teknologi). Tetapi, kita harus tetap pintar untuk mengikuti perkembangan IPTEK tersebut. Jangan sampai kita menyalahgunakan IPTEK dan menggunakan teknologi yang ada dari sisi negative seperti yang disebutkan diatas. Kita harus pintar memilah apakah teknologi yang kita gunakan akan dipakai untuk hal positif atau negative. Gunakan dan manfaatkan IPTEK yang ada sebaik mungkin dan sesuai kebutuhan.